Beranda Kudus Nenek Tua Kena Tipu

Nenek Tua Kena Tipu

30
0

KUDUS – Nenek tua bernama Munasri, 82 terkena tipu. Dihipnotis pula. Alih-alih mengejar, berjalan saja agak kesulitan. Akibatnya emas dan uang simpanannya dibawa lari oknum dokter. Padahal uang itu rencananya digunakan untuk biaya hidup. Mengingat kini ia sebatang kara dan tidak bekerja.

Sebelumnya sempat terjadi kasus serupa. Oknumnya mengaku sebagai tenaga medis dan dokter. Modusnya pengobatan dan santunan kepada warga. Data yang dihimpun Jawa Pos Rdaar Kudus ada tiga kejadian. Pertama pada (23/3), (8/4), dan nenek tua ini.

Kronologinya berawal ketika Munasri pulang dari musala sekitar pukul 12.00 Kamis (6/9) lalu. Saat berjalan, tiba-tiba bertemu dengan oknum dokter. Oknum itu seorang perempuan berusia 45 tahun. Pelaku mengaku salah satu dokter dari Rumah Sakit (RS) Mardirahayu. ”Pelaku menyapa seakan sudah akrab sekali dengan saya. Bahkan nama saya, nama tetangga, dan alamat lengkap rumah hafal. Padahal saya sendiri tidak hafal,” jelasnya. Kata pelaku, Munasri akan diberi santunan setelah mendapat rekomendasi dari Kades.

Kata Munasri, pelaku menyisihkan gajinya untuk menyantuni lansia. Santunan yang dijanjikan yakni uang sebesar Rp 1 juta, beras 15 kg, minyak goreng 3 liter. Santuanan ini rencananya diberikan setiap bulan. Tak hanya itu, korban juga menjanjikan akan diberangkatkan umroh pada 2019 mendatang.

”Saat ditawari umroh sebenarnya saya tidak mau. Sudah tua. Kondisinya tidak memungkinkan. Namun ia terus meyakinkan dan akhirnya meminta saya untuk mengeluarkan uang dan perhiasan untuk di foto. Sebelumnya KTP saya juga diminta untuk difoto,” paparnya.

Setelah mengeluarkan perhiasan berupa kalung emas 15 gram, anting cublek senilai sekitar Rp 300 rib, dan uang Rp 700 ribu milik korban. Katanya untuk dijadikan bukti laporan bisa berangkat umroh. ”Ketika saya mencari di kamar, dokter itu juga ikut mencari,” jelasnya nenek yang berdomisili di RT 03/RW03, Pedawang, Bae, Kudus ini.

Keluhan penyakit lutut yang diderita korban menjadi pendukung kelancaran aksi ini. Pelaku menyuruh korban untuk berbaring di kamar untuk dilakukan terapi dan pengobatan. Namun sekitar hampir 15 menit korban tak juga mendapatkan terapi atau pengobatan.

”Tadinya ia pamit mau ambil peralatan di motor, tapi kok gak balik-balik. Saya cek ternyata orangnya tidak ada. Dan saya baru sadar uang dan perhiasan yang tadinya ada di meja juga hilang,” ucapnya sambil berkaca-kaca.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriyadi mengimbau masyarakat agar tetap waspada kepada orang yang tidak dikenal. ”Sekarang banyak sekali modus-modus penipuan yang digunakan pelaku. Kami harap semua masyarakat tetap berhati-hati simpanlan barang berharga di tempat yang man. Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal,” tandasnya. (daf/mal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here