Beranda Kudus Lounching Technopark SMK MA’ARIF

Lounching Technopark SMK MA’ARIF

41
0

SEMAKIN MAJU: Kepala SMK NU Ma’arif Kudus Drs. H. Akhmad Nadlib (berdiri dua dari kanan) beesama tamu undangan dan siswa foto bersama saat launching Technopark (15/9) lalu.

KUDUS – Program dan Produk Technopark SMK NU Ma’arif Kudus dilaunching kemarin ditandai penekanan tombol oleh Kasi SMK dari BP2MK Wlayah II Agus Rumanto didampingi oleh Kepal SMK NU Ma’arif Kudus dan Ketua LP. Ma’arif Cab Kudus . Selain Launching Program dan Produk juga dilakukan pengguntingan pita gedung Technopark serta pengukuhan 5 startup yang lolos seleksi untuk mengikuti program inkubasi Inovasi dan Bisnis Teknolog , Lima calon pengusaha (startup) tersebut meliputi cac-casan sepeda motor, start stop engine, energy up, mesin cetak briket arang kelapa, dan toren level.
“Pendirian technopark SMK NU Ma’arif Kudus ini dimaksudkan bisa menjadi wadah atau pusat pelatihan siswa menjadi calon pengusaha. Startup yang lolos akan mengikuti program inkubasi mulai dari pelatihan pengembangan produk, Busines Model Canvas (BMC) dan Strategi Pembiayaan selama beberapa bulan di technopark. Harapannya nanti bisa mandiri dan mampu berwirausaha di masyarakat,” Hal ini disampaikan kepala SMK NU Ma’arif Kudus Drs. H. Akhmad Nadlib
Ia menyebut, SMK NU Ma’arif Kudus merupakan satu-satunya SMK di Kabupaten Kudus yang mendapatkan program technopark. Hal ini dimaksudkan untuk pengembangan dunia pendidikan kejuruan yang berorientasi pada penyiapan kompetensi lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
”Dari 1650 SMK di Indonesia, SMK NU Ma’arif Kudus berhasil masuk dalam angka 125 sekolah yang berpotensi dikembangkan. Ini sungguh pencapaian yang harus syukuri. Juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas,” jelasnya.
Sampai saat ini, SMK NU Ma’arif Kudus selalu berupaya untuk terus melakukan inovasi dan evaluasi. Ini dilakukan semata agar keberadaan SMK NU Ma’arif dapat diakui masyarakat. Selain itu, juga untuk mendapat lulusan yang berkualitas.
”Pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik, dan sarana pra sarana terus kami upyakan. Dalam pengembangan Pembelajaran konsep berbasis teaching factory, technopark ini memiliki peran yang sangat penting,” paparnya.
Ia menyebut, technopark menjadi wadah dari kegiatan di sekolah. Mulai dari produk pembelajaran maupun proses aktif kreatif. Artinya siswa mendapat materi pembelajaran terus menerus berlanjut tidak terputus. Ini yang akan memudahkan siswa untuk cepat paham dengan apa yang sedang dipelajari.
Kasi SMK BP2MK Wilayah II Agus Rumanto mengapresiasi apa yang dilakuakn oleh SMK NU Ma’arif Kudus. Ia sepakat di setiap SMK sudah seharusnya ada inovasi-inovasi. Salah satunya dengan pengembangan kurikulum.
”Sebisa mungkin nantinya harus menghasilkan produk yang marketable,” katanya.
Dijelaskannya, teaching factory merupakan kombinasi antara life skill dengan produk. Sedangkan technopark sendiri menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan antara dunia usaha, perbankan, pemerintah, perguruan tinggi dan bisnis,
”Ada penelitian dan pengembangan, administrasi, promosi, kemandirian, akuntabilitas, tanggung jawab, transparansi, dan kemitraan,” ungkapnya.
Dalam acara launching Technopark tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris BP3MK, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus, Kasi SMK BP2MK Wilayan II, Ketua PC LP Ma’arif NU Kudus, Pengawas SMK Dinas P&K Provinsi Jateng, dinas Perinkop & UKM Kabupaten Kudus. Selain itu hadir juga Kabag RnD PT. Duwa Atmimuda, HRD dan General Affair PT. Pura Barutama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here