Belajar dari Pengalaman, Latihan Dua Hari

    Maulana, Juara I Lomba Poster Festival Pelajar 2018

    10
    0
    M. Maulana
    M. Maulana

    Maulana berhasil meraih juara I dalam lomba poster Festival Pelajar Jawa Pos Radar Kudus Biro Jepara 2018 akhir pekan kemarin. Desain posternya sederhana, tapi kaya makna. Tahun sebelumnya ia meraih juara II.

    Khoirul Anwar, Jepara

    GORESAN tangan M. Maulana terampil dan luwes ketika membuat sketsa gambar. Garis tipis pada kertas yang telah dibuat kemudian ia tebalkan. Muncullah karakter gambar pelajar, peta Indonesia, bangunan, dan uang pada lembar kertas lomba poster Festival Pelajar Jawa Pos Radar Kudus 2018.

    Siswa SMKN 2 Jepara ini menyisihkan 49 peserta lainnya yang mengantarkannya sebagai juara I. Hasil poster yang ia gambar didominasi warna biru dan merah. Dua pelajar di bagian atas sedang memasukkan uang ke dalam toples. Di bawahnya terdapat peta Indonesia yang dilengkapi berbagai bangunan fasilitas umum pada pulau-pulau besar. Seperti sekolah, menara, masjid, dan rumah sakit. Lalu terdapat pita yang bertuliskan Pajak Kita untuk Bangsa.

    1. Maulana menceritakan, ia terinspirasi dari kompetisi tahun lalu. Pengalamannya menjadi juara II setahun sebelumnya membuatnya yakin bisa meraih juara I. Benar saja, meski sederhana poster yang ia buat berhasil meraih juara I.

    “Dalam gambar itu, saya maknai pelajar sebagai calon wajib pajak harus sadar akan pentingnya pajak. Karena dari pajak yang dibayarkan kepada negara sama saja dengan membantu memajukan bangsa,” ujarnya.

    Konsep itu hasil diskusinya dengan guru pembimbing. Perpaduan pendidikan, pajak, dan pembangunan menghasilkan ide gambar poster karyanya. Hebatnya, Maulana latihan hanya dalam waktu dua hari.

    “Selama dua hari coba buat sketsa yang tepat bagaimana. Sehari untuk membuat konsep. Sehari lagi latihan menggambar secara utuh,” tuturnya.

    Dalam hal pewarnaan, ia memilih dominasi warna biru karena identik dengan perpajakan. Selain itu juga menyesuaikan dengan gambar seragam pelajar. Perpaduan biru dan abu-abu. Warna merah pada pita dipilih karena untuk menimbulkan kontras pada warna biru. Sehingga tulisan pada pita lebih mencolok. Dengan begitu pesan pada tulisan bisa terbaca dengan jelas oleh orang yang melihat poster tersebut.

    “Kalau full color kesannya malah seperti lomba mewarnai. Karena poster saya pilih main warna dan gambar yang sederhana. Supaya pesan dalam poster yang saya buat mudah dicerna oleh orang yang melihatnya,” kata laki-laki kelahiran Jepara 24 Maret 2001 ini. (*/zen)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here