Beranda Sport Bulutangkis Datang dari Jogja, Beri Instruksi Layaknya Pelatih

Datang dari Jogja, Beri Instruksi Layaknya Pelatih

Melihat Duta Sheila On 7 Mendampingi Anaknya di Kejuaraan Bulu Tangkis

169
0
DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS
AYAH DAN PELATIH: Vokalis Sheila On 7 Akhdiyat Duta Modjo memberi arahan kepada putrinya Aishameglio Duta Chiara yang berlaga pada Kretek Cup 2018 di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, kemarin.

Vokalis Sheila On 7 Akhdiyat Duta Modjo turun dari tribun penonton. Bukan untuk menyapa penggemar. Tapi, untuk memberi motivasi bagi putrinya yang sedang bermain bulu tangkis. Ya, kedua anaknya mengikuti kejuaraan bulu tangkis Kretek Cup 2018 di Kudus.

 KHOLID HAZMI, Kudus

PUKUL 09.30 panitia meminta para peserta yang bertarung di kategori tungal putri kejuaraan bulu tangkis Kretek Cup 2018 di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, segera bersiap. Panitia mengumumkan lewat pengeras suara. Satu per satu atlet masuk ke arena permainan.

Peserta di kategori tunggal putri mayoritas berasal dari PB Djarum. Lebih dari 10 atlet yang turun dari klub penghasil pemain bulu tangkis kelas dunia itu. Mereka berkumpul di sisi utara lapangan. Dekat dengan meja panitia.

Wartawan koran ini terus mengamati seisi GOR yang menjadi tempat latihan Hariyanto Arbi kala itu. Sekitar 20 menit usai pengumuman dari panitia itu, datang vokalis Sheila On 7 Akhdiyat Duta Modjo atau yang akrab disapa Duta Sheila On 7.

Dia bersama keluarganya. Memang, kali ini dia tak akan manggung. Namun menjalankan kewajiban sebagai ayah dan pelatih. Sebagai ayah, karena dia mendampingi buah hatinya, Aishameglio Duta Chiara dan Bima Al Ayman Modjo yang ikut berlaga di Kretek Cup. Sebagai pelatih, karena dia terlihat memberikan instruksi kepada anaknya saat bertanding.

Duta dan keluarganya masuk ke GOR tidak lewat pintu utama di sisi selatan bagian barat. Namun, lewat pintu sisi selatan bagian timur. Pintu itu memang sepi. Tak banyak orang yang tahu. Duta datang bersama sang istri, Adelia Lontoh dan kedua anaknya.

Putri Duta, Chiara di kejuaraan bulu tangkis ini membawa bendera PB Modjo Art of Bandminton, Sleman. Sedangkan putranya, Ayman bernaung di bawah PB Djarum.

Sesuai jadwal, Chiara bermain pukul 10.05 kemarin. Dia memperebutkan tiket babak 16 besar di kategori tunggal putri utama. Mengenakan kostum hitam kombinasi putih dan kuning, dia bertanding melawan Nurul Tetra Junia Br Matondang (PB Djarum).

Pertandingan dimulai. Berlangsung di lapangan 3. Duta yang semula berada di pojok dekat pintu timur pindah ke tribun penonton. Bersama istri dan putranya, Ayman, dia tampak santai melihat permainan putrinya.

Di set pertama, Chiara sangat menguasai pertandingan. Gadis berusia 14 tahun ini, dengan mudah menaklukkan lawannya dengan skor 21-12. Set pertama selesai. Duta turun dari tribun penonton menghampiri sang anak. Sambil memberi arahan layaknya seorang pelatih.

Babak kedua dimulai. Pertandingan semakin ketat. Kejar-kejaran angka terjadi. Hingga paro pertama set kedua, Chiara masih unggul. Tapi, selisih skornya tipis. Lepas rehat, permainan semakin seru.

Nurul Tetra yang jadi lawan Chiara menempel terus perolehan poin. Sesekali sempat unggul tipis satu angka. Duta yang ada di tribun penonton tak tenang. Pria asal Jogjakarta itu akhirnya turun dari tribun.

Dia akhirnya duduk di kursi yang biasanya ditempati pelatih. Pria gondong yang mengenakan topi di balik itu, terus memompa semangat Chiara. Peluang untuk menyudahi pertandingan dengan dua set sempat terbuka. Chiara unggul 20-19 dari lawannya. Match point untuk Chiara. Satu poin lagi bisa menang. Namun, lawannya berhasil meraih poin lagi.

Kejar-kejaran poin terus terjadi. Mayoritas mata penonton dan panitia tertuju pada pertandingan tersebut. Akhirnya, Chiara harus mengakui keunggulan lawannya di set kedua dengan skor 24-22.

Pertandingan terpaksa berlanjut dengan rubber game. Duta tampak belum tenang. Dia tetap duduk di kursi yang semestinya untuk pelatih itu. Bersama anak keduanya, Ayman yang duduk lesehan di sampingnya.

Chiara tak mendapat perlawanan berarti di set ketiga. Dia dengan mudah menaklukkan lawannya dengan skor telak 21-7. Dia pun berhasil maju ke babak delapan besar. Dia kembali bertanding tadi malam. Melawan Gusti Ayu Komang Sanita Cinta.

Dalam kejuaraan tersebut, Chiara hanya bermain di satu kategori. Sedangkan sang adik, Ayman ikut dua kategori, tunggal remaja utama dan ganda remaja utama. Di nomor ganda, Ayman berpasangan dengan Alfonsus William, rekan satu klubnya.

Di kategori tunggal remaja utama, Ayman berhasil maju ke babak 16 besar tanpa berkeringat. Sebab, dia mendapat undian bye di babak 32 besar. Di babak 16 besar, dia menghadapi Agung Dwi Prayogo dari PB Tanker, Boyolali. Pertandingan itu digelar tadi malam.

Karena berstatus sebagai atlet PB Djarum, Ayman harus tinggal di asrama. Berbeda dengan sang kakak yang berangkat dari Jogjakarta bersama ayah dan ibunya. ”Di asrama sejak awal tahun ini,” kata Ayman kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Usai Chiara bertanding kemarin pagi, Jawa Pos Radar Kudus berusaha wawancara dengan Duta. Sayangnya, pelantun lagu ”Kisah Klasik” itu enggan memberi keterangan apapun. ”Mohon maaf, tidak bisa wawancara,” katanya. (*/lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here