Beranda Rembang Dua Petugas Dishub Jadi Tersangka

Dua Petugas Dishub Jadi Tersangka

Tunjuk Petugas Sementara, Uji Kir Normal

283
0
TAK NUMPANG LAGI: Aktivitas pelayanan kir di Dinas Perhubungan Rembang kembali normal setelah ada penunjukan petugas sementara kemarin

SEMARANG – Dua petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang yang tertangkap tangan pungutan liar (pungli) sudah berstatus tersangka. Kepolisian juga menelusuri aliran uang hasil pungli itu.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono, mengatakan, dua orang berinisial SA dan W sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini penyelidikan masih berlangsung. ”Ya, sudah (tersangka),” kata Condro usai nonton bareng film Sultan Agung di XXI Paragaon Semarang kemarin (9/10).

Dua orang tersebut, tertangkap menerima uang pungli dalam uji kir. Saat ditangkap tim Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Jateng, turut diamankan uang Rp 21,2 juta. Untuk itu, masih ditelusuri aliran dananya.

Untuk diketahui, OTT dilakukan Kamis (4/10) lalu di lokasi uji kir kantor Dishub Rembang. Saat itu ada 37 kendaraan melakukan uji kir. Tapi, pembayaran tidak melalui loket. Melainkan melalui petugas master uji berinisial SA dengan nominal Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu untuk satu kendaraan.

Jumlah itu jauh lebih tinggi dari peraturan daerah setempat, antara Rp 59.900 hingga Rp 64.500. Dengan membayar sejumlah uang pungli itu, kendaraan bisa lulus uji kir meski sebenarnya tak memenuhi syarat.

Selain master uji, kasir atau bendahara berinisial W juga ditangkap. Dari penyelidikan, modus tersebut sudah berlangsung sejak 2013 lalu.

Sementara itu, dengan ditangkapnya dua petugas itu, Dishub Rembang melakukan respon cepat. Kekosongan penguji kir pasca-OTT pekan lalu. Kini, pelayanan sudah kembali normal sejak kemarin. Kendaraan yang uji kir tak perlu repot lagi ke luar daerah, karena uji kirnya numpang seperti sebelumnya.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, puluhan kendaraan ukuran kecil hingga besar kembali memenuhi halaman kantor Dishub Rembang. Kendaraan itu, secara bergantian antre mendapatkan pelayanan kir.

Police line sudah tak tampak lagi seperti yang terpasang pasca-OTT. Kesibukan di bagian loket pendaftaran sudah terlihat. Tidak seperti setelah OTT yang sepi. Karena uji kir numpang di daerah lain.

Begitu pula di ruang uji kir yang berada di bagian paling barat kantor. Di ruang itu, sudah ada petugas yang memonitor setiap kendaraan. Mereka memonitor penerangan, pengemudi, ban, velg, rangka bodi, dan pengereman kendaraan.

PLT Dishub Rembang Suwarno, mengamini, bahwa kemarin pelayanan uji kir sudah kembali normal alias tak numpang lagi di daerah lain. Ini setelah pihaknya Senin lalu berkoordinasi dengan pihak provinsi.

”Kami sudah mengirim surat meminta petugas penguji kir yang dapat ditempatkan di Rembang. Akan diusahakan pihak provinsi dan direstui ketua IPKBI (Ikatan Pengujian Kendaraan Bermotor Indonesia),” ungkapnya kemarin.

Melalui langkah itu, untuk sementara ditunjuk petugas yang sudah ada di Dishub Rembang. Orang yang ditunjuk sudah menjalankan tugas, sehingga pelayanan kir sudah berjalan. ”Penunjukan sementara ini, yang diangkat yakni pejabat yang menduduki struktural. Sehingga pelayanan hari ini (kemarin, Red) kembali normal,” ucapnya. (mha/noe/lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here