Beranda Rubrikasi SOSOK Terkesan Mengajar di Pelosok Thailand

Terkesan Mengajar di Pelosok Thailand

29
0
Dayu Kusumaningtyas

RADARKUDUS.CO.ID – Dara yang memiliki nama lengkap Dayu Kusumaningtyas ini, memiliki berbagai kegiatan positif. Mulai dari mengikuti speech bahasa Inggris waktu SD, mengikuti pramuka dan teater saat SMP, menjadi perwakilan Kudus dalam acara jambore nasional, teater saat SMA, hingga mengikuti students exchange ke Thailand.

Dayu -panggilan akrabnya- mengaku, semasa kuliah pernah menjadi duta budaya Kabupaten Kudus dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Blora 2015. Tak berhenti di situ, perempuan kelahiran Kudus, 21 Juli 1997 ini, juga pernah ke Negeri Gajah Putih untuk menyampaikan ilmu yang dimilikinya kepada beberapa siswa di sana.

”Sebelumnya saya pernah dikirim ke Malaysia, tetapi belum ngajar. Masih sebatas observasi untuk kegiatan praktik ngajar. Alhamdulillah dapatnya (ngajar di luar negeri, Red) di Thailand,” ungkap mahasiswa semester VII.

Students exchange yang diikutinya hampir mirip dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Dalam hal ini Universitas Muria Kudus (UMK) bekerja sama dengan Hatyai University. Sebaliknya, Hatyai University juga mengirim mahasiswa ke UMK. ”Kegiatannya saat di Thailand ya ngajar dan mengikuti beberapa kegiatan kampus”, terangnya.

Tidak mudah memang untuk dapat menjadi peserta students exchange ini. ”Seleksinya dilakukan se-FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UMK. Ada tiga tahap tes interview dalam bahasa Inggris. Kemudian dilanjut tes microteaching dan baru pengumuman kelulusan,” jelas Dayu.

Students exchange di Thailand meliputi mengajar bahasa Inggris di pelosok. Yakni di Darunsat Witya Islamic High School. Tepatnya di daerah Amphoe, Saiburi, Patthani, Thailand.

Suka duka menjadi peserta students exchange telah dialaminya. ”Sukanya karena orang-orang di sana (Thailand, Red) baik-baik. Sudah seperti keluarga sendiri. Tidurnya juga di rumah kepala sekolah. Semua fasilitas gratis. Termasuk makan sehari-hari. Tiap weekend ada program dari sekolah yang mengajak kita jalan-jalan,” sambungnya.

Dukanya juga ada. ”Kendala komunikasi karena orang Thailand tak bisa berbahasa Inggris. Sebaliknya saya juga tak dapat berbahasa Thailand,” kata Dayu. (vga/lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here