Beranda Jepara Banyak Tak Penuhi Passing Grade

Banyak Tak Penuhi Passing Grade

8
0
KONSENTRASI: Peserta CPNS asal Kudus sedang mengerjakan tes SKD di GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang, (11/11) lalu. (DISKOMINFO KUDUS FOR RADAR KUDUS)

RADARKUDUS.CO.ID; JEPARA – Tes seleksi seleksi kompetensi dasar (SKD) sudah dilalui sebagian peserta pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS). Jadwal terakhir untuk kabupaten di Karesidenan Pati digelar di GOR Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, kemarin. Jadwal terakhir yakni untuk Kabupaten Jepara yang digelar pada 11-12 November.

Meski hasilnya belum secara resmi diumumkan, tapi dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus banyak peserta yang tidak memenuhi passing grade. Padahal itu merupakan batasan agar lolos SKD.

Disinggung mengenai hal ini, Kepala BKD Jepara Diyar Susanto melalui Kabid Perencanaan dan Pengembangan SDM Sridana Paminto mengaku mengembalikan ke pusat. Sridono menyontohkan, jika ada satu formasi yang diisi lima pendaftar, kemudian kelimanya tak lolos, maka formasi tersebut kosong. ”Jika kondisi ini merata di semua formasi, kebijakan dikembalikan ke pusat. Kami ikuti alur sesuai aturan. Jika memang tak ada yang lolos ya kosong (formasinya),” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya berupaya memenuhi kekurangan pegawai yang ada di Jepara. Salah satunya dengan memberikan pertimbangan melalui surat kepada Badan Kepegawaian Nasional maupaun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

”Kami berupaya mencari solusi yang terbaik. Tetapi keputusan dari pusat. Kami hanya mengusulkan. Apakah yang kosong itu diisi berdasarkan peringkat atau seperti apa kita lihat nanti. Belum kami rekap,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sridana menjelaskan, meski kebutuhan pegawai di Jepara bakal diisi oleh pendaftar CPNS, dipastikan pegawai di lingkungan Pemkab Jepara masih kurang sekitar 2.365 pegawai.

Hal itu karena jumlah kebutuhan pegawai di Jepara mencapai 2.780. Sedangkan formasi CPNS tahun ini untuk Jepara hanya 428. Sayangnya, formasi itu tak seluruhnya terisi. Ada 13 formasi yang kosong. Sehingga menyisakan 415 formasi yang terisi. ”Dari peserta CPNS yang mengikuti SKD, harapannya bisa lolos memenuhi formasi. Jika tidak, kekurangan pegawai sulit dipenuhi,” tandasnya.

Sementara itu, di tes SKD lingkup Pemkab Jepara, ada 80 peserta yang tak hadir. Jumlah itu, dari 3.191 peserta yang lolos tes administrasi. Dengan begitu, tes ini dihadiri 3.101 peserta.

Dia menyayangkan adanya peserta yang tak hadir pada saat tes. ”Mungkin dari peserta ada halangan atau kendala lain. Dengan tidak hadirnya peserta ini sangat disayangkan. Karena masih banyak yang ingin memiliki kesempatan mengikuti tes,” ujarnya.

Di luar kehadiran peserta, pihaknya menemukan hal unik selama pelaksanaan tes. Seperti beras kuning, garam, dan benda-benda yang tak sepatutnya ada di dalam ruangan ditemukan panitia. ”Mungkin semacam jimat,” katanya.

Terkait hasil tes, pihaknya mengaku belum merekap berapa peserta yang lolos maupun tidak. Peserta yang kemarin mengikuti tes merebutkan 415 formasi. Seharusnya ada 428 formasi. Namun, pada saat pendaftaran tahap awal ada 13 formasi yang tak terisi.

Ketidakhadiran peserta tes SKD juga ada di lingkup Pemkab Kudus. Bahkan, jumlahnya lebih banyak. Hingga 102. Tak ada keterangan khusus tentang alasan ketidakhadiran mereka dalam rangkaian kedua seleksi CPNS ini.

Koordinator Panitia Teknis CPNS Kabupaten Kudus Tulus Triyatmika menjelaskan tentang rincian peserta yang tidak hadir. Pada sesi kelima Sabtu (10/11) lalu, dari 177 peserta yang masuk jadwal, ada empat peserta yang tak hadir.

Sementara pada Minggu (11/11), pada sesi pertama ada 32 orang tang tak hadir. Sesi kedua ada 26 orang, sesi ketiga ada 22 orang, dan sesi keempat ada 14 orang yang tak hadir. Setiap sesinya ada 1.000 peserta. Sementara untuk sesi kelima yang seharusnya diikuti 156 orang, hanya 152 yang hadir. ”Kami tidak tahu pasti alasan mereka tak datang. Sebab, tidak ada keterangan maupun kabar yang masuk ke kami,” katanya.

Ia menyebut, selama pelaksanaan SKD di GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang, semuanya berjalan tertib dan lancar. Tak ada masalah teknis yang dihadapi peserta SKD asal Kudus. ”Selain 100 laptop yang digunakan untuk tes SKD, juga disediakan 100 laptop cadangan. 100 laptop cadangan itu untuk back up, jika terjadi kendala teknis. Tapi, alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” katanya.

Terkait pengumuman peserta yang lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB), hingga saat ini pihaknya belum bisa menginformasikan. Pemkab saat ini baru bisa menampilkan hasil skor SKD para peserta.

”Kami sudah publikasikan hasil nilai SKD di website Pemkab Kudus www.kuduskab.go.id. Hasil tersebut sesuai dengan apa yang diberikan Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” tuturnya.

Untuk informasi lolos atau tidaknya peserta akan diinformasikan lebih lanjut. Sebab, saat ini data yang ada masih diolah panitia seleksi nasional (panselnas). ”Untuk pelasanaan SKD di lingkup Jateng masih berjalan hingga Sabtu (17/11) mendatang,” imbuhnya. (daf/war/lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here