Berbekal Kamera Pinjaman, Juarai Tiga Kali Lomba

    Ari Ardana, Juara I Lomba Jepara Photo Exhibition 2018

    11
    0
    BUAH KESERIUSAN: Ari Ardana berdiri di samping karya fotonya sambil menunjukkan trofi juara foto Lomba Jepara Photo Exhibition 2018. (KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

    Keahlian memotret baru dimiliki Ari Ardana sekitar enam bulan terakhir. Tapi, hasil jepretannya sudah berhasil mengantarkannya menjadi juara I dalam ajang Jepara Photo Exhibition, meski dengan kamera pinjaman. Tak hanya menguasai teknik, namun dia juga piawai mengonsep objek.

      KHOIRUL ANWAR, Jepara


    KAMERA Fujifilm yang dibawa Ari Ardana diperlihatkan hasil-hasil pemotretannya. Dari berbagai foto yang dimiliki, satu di antaranya diperlihatkan kepada Jawa Pos Radar Kudus. Foto itu menggambarkan seorang ibu yang sedang mengukir. Di sebelahnya ada anak perempuan yang sedang belajar. Foto tersebut adalah hasil karyanya yang menjadi juara I dalam ajang Jepara Photo Exhibition.

    Pelajar SMKN 3 Jepara ini, berhasil menyingkirkan puluhan pelajar yang berpartisipasi. Ia bercerita mengenai ajang loma fotografi yang dia ikuti beberapa waktu lalu. Ia mengaku sempat kesulitan mencari ide foto. Namun, kebiasaan yang ia miliki ketika mengikuti lomba ia terapkan. Yaitu membuat konsep.

    Tema pada saat lomba adalah ”pahlawanku”. Kemudian ia mencoba membuat konsep seorang ibu yang menjadi pahlawan bagi anaknya. Lalu, muncul ide bahwa salah seorang tetangganya ada yang menjadi pengukir. Dijadikanlah sorang ibu-ibu yang sedang mengukir menjadi objek fotonya.

    Ketika sedang mengukir, ibu tersebut ditemani anak perempuannya yang berada di sampingnya. Anak yang baru saja pulang dari sekolah itu, membuka buku pelajaran. Sambil bercakap-cakap, anak tersebut menanyakan beberapa materi yang sempat diajarkan gurunya di sekolah. ”Ketika mereka berdua berinteraksi itu, saya jepret,” terangnya.

    Beberapa soal pekerjaan rumah juga ditanyakan anak itu kepada ibunya yang sedang mengukir. Meski sambil memahat kayu ibunya dengan telaten menjawab pertanyaan anaknya. Ari -sapaan akrabnya- pun mulai mengabadikan momen itu. Berlatarbelakang tembok batu bata membuat kesan artistik foto yang ia ambil. Ada pula sangkar burung yang menggantung di atas ibu dan anak yang menjadi objek fotonya.

    Konsep tersebut ia pilih karena menyiratkan pesan yang mendalam. Di Jepara, ibu-ibu juga memiliki peran sebagai pahlawan keluarga. Tak hanya ayah yang bekerja banting tulang. Ibu juga ikut membantu mencari tambahan penghasilan dengan menjadi pengukir. ”Saya juga ingin memunculkan Jepara sebagai kota ukir,” jelasnya.

    Laki-laki yang beralamat di RT 3/RW 4, Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Jepara, ini mengikuti lomba dengan modal nekat. Dengan berbekal pengalaman ajang lomba fotografi, ia beranikan diri mencoba ajang lomba fotografi di even yang berbeda. Bahkan, kamera yang ia gunakan bukan milikinya sendiri. Tapi pinjam dari kakaknya.

    Empat bulan lalu, ia juga berhasil meraih juara I lomba fotografi yang digelar komunitas foto di Jepara. Dua bulan lalu, juga meraih juara I ajang fotografi pelajar. Meski baru mendalami foto selama enam bulan, dia sudah tiga kali ikut lomba fotografi. Hasilnya dapat juara semua. Juara I semua pula.  (*/lin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here