Beranda Rembang Asosiasi Nelayan Minta Komitmen Capres Soal Cantrang

Asosiasi Nelayan Minta Komitmen Capres Soal Cantrang

24
0
DUKUNG: Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Rembang, Suyoto mengajak nelayan untuk mensukseskan pesta demokrasi dan tangkal berita hoax, Minggu kemarin.

REMBANG – Nelayan di Kabupaten Rembang menyatakan sikap untuk mendukung pesta demokrasi yang damai. Salah satunya ditunjukan nelayan setempat yang tergabung Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit.

Mereka semua bersepakat untuk mengawal Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres). Agar pelaksanaanya berjalan aman, damai dan kondusif. Untuk itulah mereka menjalin koordinasi aparat keamanan.

Ikrar disampaikan nelayan setempat, di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang, Minggu kemarin (20/1). Usai acara sosialisasi tangkal hoax kepada ratusan nelayan.

Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Rembang Suyoto beserta seluruh pengurus berkomitemen mensukseskan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres. Makanya ia mengajak seluruh nelayan di Rembang untuk bisa menghadapi tahun politik.

”Saya minta semua nelayan bisa menghadapi tahun politik. Baik pemilihan DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI bahkan Pilpres dengan damai dan aman,” keinginannya.

Selain berkomitmen ciptakan kondusifitas daerah, seluruh ketua paguyuban diimbau untuk selalu mewaspadai berita hoax. Sehingga nantinya pesta demokrasi tanggal 17 April dapat berjalan lancar.

”Alhamdulillah dari pihak Pemkab, maupun jajaran keamaan Polisi/TNI bersama nelayan mendukung dan berusaha menciptakan kondusifitas yang baik,” terangnya.

Selain itu para pekerja pencari ikan ini meminta komitmen terhadap masing-masing Capres yang nantinya akan bertarung. Utamanya terkait keberadaan alat tangkap cantrang yang kini masih menggantung dan belum terselesaikan.

Diutarakan Suyoto siapapun yang menjadi Presiden, bahwa orang tersebutlah yang bakal mengatur aturan di Indonesia. Termasuk para nelayan.

”Kita tak memihak siapapun. Mengingat Pemilu bersifat Langsung Umum, Bebas dan Rahasia (Luber). Dan jika mereka (salah satu) terpilih, nelayan cantrang harus diperhatikan nasibnya. Jangan dilarang,” harapnya.

Tujuan agar nasib ribuan awak buah kapal maupun masyarakat yang menggantungkan pekerjaan dari melaut dapat tercukupi perekonomiannya. Karena keberadaan cantrang masih menggantung. Pihak pemerintah belum mengeluarkan aturan resmi terhadap legalitas cantrang. (noe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here