Beranda Event Kudus Semarakan Konser Padi Reborn

Kudus Semarakan Konser Padi Reborn

24
0

KOTA- Konser padi Reborn pada (19/1) dimarakkan dengan stand-stand UMKM. Terlihat stand-stand tersebut berjajar di depan kantor Bupati Kudus. Memang, gerai-gerai itu sangat menarik. Tampak rapi, isinya pun beraneka ragam. Ada batik, makanan ringan, dan kopi. Terpantau juga para pengunjung keluar masuk bergantian di masing-masing stand. Penjual dan pembeli bercakap-cakap sambari melemparkan senyum. Hal itu membuat suasana hangat di tengah cuaca dingin Kudus yang sedang diguyur hujan malam itu.

Stand pertama milik Teresia Liong, yang menyajikan batik-batik cantik di gerainya. Tak hanya tekstur kain dan lukisan batik yang menawan, batik-batik karyanya juga memberikan cerita tersendiri.

”Ini batik Kudus. Saya memberi tema Kudus Kota Kretek. Jadi desain ini mewakili semua tentang Kudus. Ini ada gembarcengkehan, Menara Kudus, dan kembang tembakau. Ini melambangkan cinta saya kepada Kudus. Meskipun saya bukan asli Kudus, saya tidak mau meninggalkan Kudus,” katanya.

Merasa puas menikmati kecantikan kain batik Kudus beserta ceritanya, tercium bau sedap dari arah Timur. Ternyata itu berasal dari stand milik Debiy, yang menjajakan kuliner-kuliner ringan. Kuliner yang dijajakan tampak asing. Botol-botol berisi air warna-warni, serta makanan ringan dalam kemasan yang terlihat beda dari biasanya.TernyataTernyata produk-produk itu adalah soomay pangsit dan wedang seco.

”Wedang seco ini olahan dari rempah-rempah. Kalau yang di kemas ini siomay pangsit. Kami membuat dari bahan dasar labu siyem khas Kudus. Dan godong (daun,Red) pakis Muria. Kalau siomaykan asalnya dari Bandung. Kalau di Kudus ada juga siomaydari godong pakis. Jadi produk ini kami beri nama siomay koe yang berarti siomay Kudus,” paparnya.

Tak hanya batik dan makan saja, minuman khas Kudus juga ikut meramaikan kreasi UMKM. Tepat disebelahstand milik Debiy, berdiri stand kopi Muria milik Doni Dole. Kesan milenial memang sangat kental ketika memasuki gerai ini. Di atas meja berdiri alat-alat seduh kopi modern dan kopi-kopi yang dikemas menarik. Penjaga stand juga didominasi anak muda.

Doni menjelaskan, selain kopi, ia juga menjajakan cakes (kue) dari bahan dasar kopi Muria. Kopi Muria memang memiliki rasa yang khas dibanding kopi-kopi llainnya.

”Rasa kopi ditentukan dari tekstur tanah, iklim, ketinggian, dan perlakuan terhadap tanaman itu sendiri. Jadi kopi Muria memiliki tastenote (rasa) sendiri. Dia memiliki rasa cenderung ke arah floral, moka, dan rempah-rempah,” jelasnya.

Semua pelaku UMKM merasa puas dengan diadakannya pameran ini. Mereka berpendapat even ini dapat menunjang promosi usaha mereka. Selain itu dengan didukungnya UMKM, mampu mengembangkan kreativitas dan mengurangi angka pengangguran. Mereka juga berterima kasih kepada Pemkab Kudus karena sudah memberikan dukungan kepada mereka. (vah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here