Beranda Berita Daerah Satpol PP Dapati Pipa Tersambung Lagi

Satpol PP Dapati Pipa Tersambung Lagi

16
0

DAWE – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendapati ada pipa yang tersambung lagi. Padahal saat penertiban beberapa waktu lalu, pipa tersebut telah dipotong oleh tim petugas gabungan dari BBWS Pemali Juana. Temuan ini didapatkan saat tim dari Satpol PP Kudus melakukan monitoring terhadap kemungkinan pelanggaran yang kembali terjadi.

Dalam penyambungan kembali pipa yang telah dipotong, sejumlah oknum memakai pipa yang berukuran agak kecil. Tindakan ini dimungkinkan agar bisa mengelabuhi petugas. Sehingga mengesankan jaringan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca: Pena Muda Djarum Foundation

”Tim kami mendapati ada pipa yang tadinya sudah terpotong disambung lagi,” kata Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah saat di temui di Gedung Setda lantai 4 kemarin.

Meskipun pihaknya mendapati temuan tersebut, pihaknya mengaku belum melakukan penindakan kepada pihak yang bersangkutan. Saat ini, tim masih melakukan penyelidikan. Apakah upaya penyambungan tersebut dalam rangka komersialisasi atau tidak.

”Sedang kami klarifikasikan dan selidiki. Apakah untuk kebutuhan sehari-hari atau dikomersilkan,” ujarnya.

Dikatakannya, selain klarifikasi langsung dari pihak yang bersangkutan, pihaknya juga akan meminta informasi dari warga sekitar. Jika memang benar pihak yang bersangkutan kembali menyalahgunakannya, pihaknya akan membawa ke proses hukum.

”Sebenarnya pasca penertiban, kalau masih ada pelanggaran itu ranahnya kepolisian. Jadi jika memang terbukti akan kami bawa ke sana,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, penghentian usaha pengambilan dan pemanfaatan air permukaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana sudah pernah dilakukan 2017 lalu. Penutupan tersebut dilakukan karena melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1974 Tentang Pengairan. Dan sekaligus melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 121 Tahun 2015 Tentang Pengusahaan Sumber Daya Air.

Sementara itu Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria mendukung tindakan penertiban dan monitoring yang dilakukan BBWS dan Satpol PP Kudus. Dalam tinjauan akdemis, sumber daya air di Muria mulai berkurang. Terutama pasokan air bawah tanah.  Ini disebabkan beberapa faktor diantaranya tentang praktik komesialisasi air Muria.

”Penggunaan air diutamakan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk dikomersialisasikan. Kalaupun kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi, yang boleh mengelola adalah negara atau pemerintah. Dalam hal ini bisa melalui BUMN atau BUMD,” urainya. (daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here