Beranda Pena Muda Ikuti Berbagai Lomba dan Pameran

Ikuti Berbagai Lomba dan Pameran

42
0
TANGGUH: Zaenudin menunjukkan miniatur rumah yang terbuat dari bambu karyanya.

NAMA bank sampah ini Tunjung Seto. Terdiri dari dua kata: tunjung dan seto. Tunjung memiliki arti menjunjung tinggi. Sedangkan seto berarti setia kepada negara. Alhasil, dua kata itu memiliki makna menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Yang Terbuang Menjadi Uang

Bank sampah yang berdiri pada 1 Mei 2016 ini, memiliki base camp di Balai Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus, dengan penanggung jawab M Anshori dan Direktur Moch Fatchur. Sampai saat ini, memiliki anggota aktif enam orang.

Selain memiliki kegiatan mengumpulkan sampah kemudian dimanfaatkan yang menghasilkan nilai ekonomis, juga punya banyak kegiatan lain. Di antaranya tahlil bersama di Makam Syech Sadzali Rejenu dan beberapa pameran salah satunya di SMKN 1 Kudus (juara harapan II) pada 2017.

Termasuk mengkuti sejumlah lomba, seperti lomba karang taruna di Pendapa Rumah Dinas Wakil     Bupati Kudus, lomba FDKT bertempat di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, lomba paduan suara di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, lomba ques di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, lomba lolinal di Desa wisata Wonosoco, dan apel besar di Desa wisata Wonosoco.

M Anshori mengatakan, tujuan didirikan bank sampah ini, untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih, sehingga lingkungan terasa nyaman.

Meski memiliki tujuan positif, namun bank sampah ini tak lepas dari kendala yang dihadapi. Di antaranya mobil transportasi kurang memadai. Kendala ini diatasi dengan pinjam mobil warga untuk digunakan transportasi pengiriman sampah dari posko ke posko induk.

”Kendala lain, anggota relawan bank sampah kurang banyak. Solusinya yang dilakukan, dari enam anggota yang aktif memberi contoh dengan perbuatan, sehingga menarik orang untuk ikut gabung,” terangnya.

Bank sampah Tunjung Seto yang didukung Djarum Foundation Kudus berupa pelatihan ini, memeliki lima kelebihan. Meliputi menerima semua jenis sampah organik, harga beli sampah berani bersaing, petugas siap mengambil sampah di warga di atas 50 kg, hasil penjualan sampah di tabung dan dibagi setiap setahun menjelang Lebaran, serta setiap tahun bagi-bagi doorprize. (arzaq/diki/mia/aslihah/lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here