Beranda Berita Daerah Diletakkan di Keranjang tanpa Sehelai Kain Penemuan Bayi di Desa Ujungpandan

Diletakkan di Keranjang tanpa Sehelai Kain Penemuan Bayi di Desa Ujungpandan

21
0
MALANG: Bayi yang ditemukan di keranjang motor milik Abdul rosyin menjalani perawatn intensif di Puskesmas II Welahan kemarin.
TEGA: Abdul Rosyid tunjukkan kerangjang tempat bayi perempuan yang ditemukan istrinya Istianah, di teras rumahnya kemarin.

JEPARA – Tangisan bayi memecah suasana sunyi rumah pasangan suami istri Abdul Rosyid dan Istianah Kamis (21/2) dini hari. Tangisan itu membangunkan Inayah yang sedang terlelap. Keduanya adalah warga Dukuh Tegaron RT 10/04 Desa Ujungpandan, Welahan.

Seketika Istianah kaget. Lalu membangunkan Abdul Rosyid yang terbaring di sampingnya. Dari kamar, keduanya lalu menuju pintu bagian depan rumah. Sambil mencari sumber suara tangisan bayi. Ketika pintu dibuka, keduanya dikagetkan dengan sesosok bayi yang berada di dalam tombong atau keranjang. Keranjang tersebut ada di atas sepeda motor milik Rosyid. Sehari-hari memang selalu diparkirkan di teras rumah.

Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan itu ditaruh begitu saja oleh orang tak dikenal. Tak ada yang tahu siapa yang meletakkan bayi malang itu. Bahkan bayi itu ditemukan tanpa sehelai kain.

Kejadian itu diceritakan Istianah, 33, didampingi Abdul Rosyid, 35, kemarin. Ia mengaku kaget, gugup, dan terharu. Pasalnya selama empat tahun menikah belum dikaruniai momongan. “Ya sedih juga. Kok tega bayi tak berdosa diletakkan begitu saja. Makanya saya ingin adopis anak ini,” katanya.

Saat kejadian, keduanya membangunkan warga sekitar. Saat itu sekitar pukul 03.00. Ada pula yang laporan kepada pihak desa. Kemudian dari kepolisian, TNI, dan tim kesehatan Puskesmas Welahan II datang ke lokasi. Kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan sehat dengan tali pusar sudah terpotong. Berat bayi tersebut 2,4 kg dan panjangnya 48 cm.

Sementara itu, bidan desa Ida Fitri menjelaskan tim puskesmas usai memeriksa kesehatan bayi, segera membawanya ke puskesmas. Karena harus menjalani perawatan khusus. Bayi itu ditempatkan di tabung khusus. Pasalnya berat bayi kurang dari 2,5 kg.

“Masih menjalani perawatan intensif. Kami belum bisa memastikan berapa hari lagi dirawat. Kami harus observasi kondisi kesehatannya. Supaya memastikan kondisi bayi benar-benar sehat,” katanya.

Ingin Diadopsi, Sudah Siapkan Nama

Perasaan Abdul Rosyid bercampur aduk. Menemukan bayi di atas keranjang yang biasa ia gunakan untuk jualan ikan keliling. Karena sudah empat tahun belum memiliki momongan, ia berniat mengadopsinya.

Bahkan ia sudah menyiapkan nama untuk bayi cantik itu. Ia beri nama Nayla Auni Maula. “Semoga anak ini menjadi anak yang lembut dan menjadi sukses. Itu saja harapn saua. Dan jika diizinkan semoga kami diberi kekuatan dan amanah menjaga bayi ini hingga dewasa kelak,” katanya.

Namun ia saat ini masih fokus memantau kondisi bayi yang sedang dirawat. Berbagai persyaratan adopsi pun belum ia ketahui. Rosyid akan menyampaikan niat baiknya itu kepada aparat desa. Supaya dibantu prosedur adopsi bayi. “Belum tahu caranya adopsi bagaimana. Yang penting bayi selamat dulu,” tuturnya.

Diwawancara terpisah, Plt Kapolsek Welahan, Iptu Suyitno menyampaikan, pihaknya bersama jajaran sudah mendatangi lokasi dan melakukan penyidikan. “Kita kerjasama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jepara olah TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk keperluan penyidikan,” katanya.
Dari keterangan saksi-saksi, bayi itu berjenis kelamin perempuan dan baru dilahirkan. “Bayinya perempuan dan dari medis puskesmas diperkirakan baru dilahirkan. Masih ada darah di tali pusar. Keadaannya sehat, hanya saja berat badannya 2,4 kilogram. Saat ditemukan telanjang dan tidak ada barang bukti lainnya,” tandas dia.

Diketahui rumah Rosyid berada di ujung desa. Dusun Tegaron paling ujung dan jalannya buntu. 100 meter dari rumahnya adalah makam. Sedangkan seberang jalan sudah masuk wilayah Desa Jungpasir, Wedung, Demak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here