Beranda Berita Daerah Oknum ASN Diduga Korupsi Rp 200 Juta

Oknum ASN Diduga Korupsi Rp 200 Juta

21
0
GRAFIS: MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS Oknum ASN Diduga Korupsi Rp 200 Juta Terkait Proyek Pengadaan Bibit Tanaman

Oknum ASN Diduga Korupsi Rp 200 Juta
Terkait Proyek Pengadaan Bibit Tanaman

KUDUS – Oknum aparatur sipil negeri (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kudus diduga terlibat korupsi. Oknum berinisial RMG, 39, diduga telah melakukan indikasi korupsi proyek pemerintah tanaman bibit senilai Rp 200 juta pada 2014 lalu. Saat ini, dia telah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang.
Dari informasi yang didapatkan, RMG saat ini menjadi seorang staf Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. Sebelumnya, ia tercatat sebagai staf di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.
Dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Heru Subiyanto tidak mengatakan gamblang terkait penahanan salah satu ASN-nya oleh Kejati Semarang. Hanya, pihaknya membenarkan yang bersangkutan sudah tidak masuk kerja sejak Kamis (14/2) lalu. ”Saya belum menerima surat pemberitahuan soal itu hingga sekarang,” jelasnya.
Ia mengatakan, oknum ASN ini terbilang baru di Dinas PUPR Kabupaten Kudus. Baru sekitar sebulan. Dia mulai bekerja di Dinas PUPR Kudus pada 13 Januari 2019 lalu. ASN tersebut menjabat staf di Bina Marga PUPR Kabupaten Kudus.
Terpisah, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Kudus Prabowo Aji Sasmito saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Pihaknya menyebut, memang ada oknum ASN di Kudus yang diduga tersandung kasus korupsi.
Awalnya, yang bersangkutan dicurigai terlibat dugaan pencucian uang. Sebab, aliran transfer di rekeningnya terbilang fantastik. ”Setelah dilakukan penyelidikan, oknum ASN ini ada indikasi telah melakukan korupsi proyek pengadaan tanaman bibit senilai Rp 200 juta. Proyek itu diadakan oleh Dinas PKLH Kabupaten Kudus pada 2014 lalu,” jelasnya.
Ia mengatakan, ASN ini telah melanggar Pasal 12 Huruf i Undang-Undang tentang Korupsi. Di mana sebagai ASN seharusnya baik secara langsung dan tidak langsung tidak boleh terlibat dalam pengadaan jasa dan barang oleh pemerintah.
”Ancamannya minimal empat tahun penjara. Saat ini Oknum ASN sudah ditahan di Kedungpane, Semarang, sejak Rabu (13/2) lalu. Untuk jadwal sidangnya kami masih belum tahu,” imbuhnya. (daf/lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here