Beranda Rembang Mama Muda Pamotan Ditulari Virus Merajut

Mama Muda Pamotan Ditulari Virus Merajut

134
0

SAMSUL HUDA FOR RADAR KUDUS
ATUSIAS: Sejumlah ibu-ibu milenial dari kecamatan Pamotan antusias ikuti pelatihan merajut yang difasilitasi LKP FATA kemarin.

PAMOTAN – Jemari tangan Ayuanda Yolanda secara cepat merajut tas di hadapan mama muda (mahmud) milenial. Dalam hitung menit, tas yang dirajut warga yang berdomisili Dukuh Demungan, Desa Jolotundo, Lasem, menjadi bahan setengah jadi. Selanjutnya tas itu dikreasikan dengan benang warna-warni kemudian dibungkus untuk di kirim ke pelanggannya
Tentu hal ini sangat menguntungkan. Tidak sekadar dapat menuangkan bakat. Tetapi setidaknya dapat mengurangi angka pengangguran. Bonusnya pendapatan, tentu dapat menyejahterakan keluarga.
Virus inilah yang dibagikan ibu-ibu muda, khususnya di Kecamatan Pamotan. Sudah ada dua desa yang berkesempatan terima pelatihan ini. Masing-masing desa Ketangi dan Sidorejo, terbaru di Desa Ringin, Pamotan.
Kegiatan pelatihan ini difasilitasi LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) FATA yang bertempat di Pamotan. Bahkan gratis alias tidak membayar. Mereka dapat ilmu dan skill. Tidak salah hal semacam inilah yang patut di dorong.
Samsul Huda, selaku Pimpinan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) FATA Pamotan mengadakan pelatihan skill untuk perempuan produktif. Produk yang dihasilkan adalah kerajinan Rajut, dengan instruktur kerjasama anak-anak Komunitas UMKM Rembang.
”Instruktur bukan organisasi UMKM Rembang, tetapi kita ambil personal. Untuk menularkan ilmu kepada ibu-ibu di desa Ketangi dan Sidorejo, serta Ringin,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (22/2).
Menurutnya pelatihan merajut di ikuti 50 peserta. Masing-masing desa ada yang diikuti 20 hingga 30 peserta. Gratis. Selain itu peserta juga siap kerja dan dibantu memfasilitasi untuk pemasarannya.
”Benar, setelah mereka memiliki keahlian merajut, bisa bekerja sama UMKM Rembang untuk hal pemasaran hasil kerajinannya,” terang Huda yang juga Caleg PPP nomor urut 6, dapil V Pamotan-Sale.
Sementara itu Ayuana Yolanda, Owner UMKM ArYu Omah Rajut mengapresiasi langkah maju Samsul Huda yang memfasilitasi pelatihan. Menurutnya sosok ketua LKP tersebut, pribadi yang supel, punya rasa humor dan peka terhadap permasalahan di masyarakat.
”Ini terlihat keinginan pak Samsul Huda menekan angka kemiskinan dan pengangguran. Dengan cara menumbuhkan ekonomi kreatif,” apresiasi Ayuanda.
Sebagai pelaku dan anggota forum UMKM ia menyambut baik. Atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Utamanya menularkan virus-virus wirausaha kepada masyarakat. Bukan hanya rajut, namun juga pelatihan lain yang di butuhkan masyarakat.
”Saya melihat antusias warga luar biasa. Hal ini dapat di lihat pada setiap pertemuan, warga yang hadir selalu bertambah,” (noe/ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here