Beranda Pati Peserta BPJS Nunggak Rp 31 Miliar

Peserta BPJS Nunggak Rp 31 Miliar

31
0

KOTA – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati telah membayar rumah sakit di daerah wilayahnya sebesar Rp 103 miliar pada April ini. Pembayaran yang dilakukan BPJS Kesehatan lebih cepat kepada faskes tersebut supaya faskes memberikan pelayanan baik dan peserta BPJS merasa nyaman.
Kepala BPJS Kesehatan KC Pati Surmiyati menuturkan, pembayaran yang dilakukan kepada faskes lanjutan dan primer khusus April ini mencapai Rp 103 miliar. Pembayaran menggunakan sistem first in first out. Pembayaran dilakukan sesuai kecepatan rumah sakit menagih ke BPJS. Semakin cepat menagih, semakin cepat dibayarkan.
“Pembayaran itu untuk 242 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 35 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan. Di Pati, paling banyak di RS Keluarga Sehat Pati dan RSUD Soewondo,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Surmiyati berharap, dengan pembayaran hutan klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada faskes, supaya pihak faskes bisa melakukan kewajibannya sesuai regulasi yang ada. Dirinya meminta rumah sakit semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien JKN-KIS.
“Kalau rumah sakit memberikan pelayanan optimal, pastinya pasien nyaman. Sehingga bisa tak ada keluhan dari pasien lagi. Selain itu, kami telah berkoordinasi dan meminta faskes dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Sehingga peserta yang dilayani menggunakan program JKN bisa merasakan manfaat. Bahkan sebanyak 800 ribu peserta atau 40 persen memanfaatkan BPJS di tingkt lanjutan,” paparnya.
Selain telah membayarkan rumah sakit, pihaknya juga mendorong peserta untuk rutin melakukan pembayaran. Terutama iuran peserta pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri. Sebab saat ini tunggakan peserta PBJS sebanyak 65 ribu dan total iuran tertunggak Rp 31 miliar pada April ini.
“Peserta mandiri yang rutin membayar hanya 72 persen. Ada 28 persen atau 65 ribu peserta tidak membayar sehingga menunggak Rp 31 miliar. Tunggakan ini disebabkan karena peserta tidak tahu. Untuk itu, kami berupaya mempermudah akses pembayaran dengan menggandeng kader JKN,” katanya.
Di Pati, ada 10 kader JKN, sedangkan di Rembang ada lima kader, dan Blora ada enam kader yang disebar di seluruh kecamatan untuk mendatangi para peserta supaya rutin membayar BPJS. Kader JKN ini bisa memudahkan akses peserta mandiri yang menunggak untuk membayar.
“Kader JKN untuk mengingatkan iuran peserta dan menerima pembayaran iuran. Terlebih yang sudah menunggak selama lima bulan. Ini tentunya memudahkan peserta karena tidak harus ke kantor pos, dan lainnya. Sejak ada kader ini animo masyarakat membayar meningkat. Dalam sebulan saja kader JKN bisa menagih Rp 180 juta dari pasien yang menunggak,” lanjutnya. (put/him

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here