Beranda Kudus Polres Kudus Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi dan Pemusnahan Miras

Polres Kudus Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi dan Pemusnahan Miras

17
0

KUDUS – Dalam rangka menyambut mudik dan libur lebaran 2019, Polres Kudus mensiagakan ratusan personel pengamanan mulai 29 Mei sampai 10 Juni mendatang. Dalam apel gelar pasukan di halaman Mapolres Kudus Selasa (28/5), selain kesiapan pasukan, seumlah kendaraan dan peralatan tak luput dari pengecekan.

”Dari Polres sendiri kami menerjunkan 420 personel. Namun dalam giat operasi ketupat candi juga ada personel dari Kodim 0722 Kudus, dan petugas pengamanan lainnya yang totalnya ada sekitar 600 personel,” kata Kapolres Kudus AKBP Saptono saat ditemui usai apel gelar pasukan.

Kapolres menambahkan, ratusan personel tersebut diminta melakukan upaya antisipatif terkait adanya berbagai ganggungan Kamtibmas di Kabupaten Kudus. Pengamanan di pusat berbelanjaan dan pusat keramaian lainnya terus diintensifkan.

Untuk memperlancar jalannya arus mudik, lima pos pengamanan lebaran disiapkan. Masing –masing berlokasi di terminal induk, di alun-alun, di SPBU Krawang, dan di Jember dan di dekat Kudus Plaza.

Pihaknya juga telah melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan di sepanjang jalur mudik. Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Kudus AKP Ikrar Potawari mengungkapkan, ada empat titik rawan kecelakaan di Kabupaten Kudus. Empat lokasi tersebut meliputi di jalur panturan yang berada di Desa Jati Wetan, Jalan Lingkar Payaman, Jalan Pantra Klaling dan Jalan di daerah kota. Oleh karena itu, bagi pemudik dan masyarakat lainnya diminta waspada ketika melintas di titik tersebut.

Tak hanya pemetaan titik rawan kecelakaan saja yang sudah dilakukan Satlantas Polres Kudus. Pihaknya juga mengaku telah melakukan pemetaan terkait titik rawan kemacetan jelang lebaran. Titik yang menjadi rawan kemacetan diantaranya di Jalan jendral Sudirman dengan fokus di depan Pasar Kliwon.

Sementara itu, Bupati Kudus Muhammad Tamzil mendukung sepenuhnya terkait pelaksanaan operasi ketupat candi 2019. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat.

”Sudah disiapkan pula pos pam yang bisa dimanfaatkan masyarakat ketika perjalanan mudik,” katanya.

Usai apel gelar pasukan, kemarin juga sekaligus dilakukan pemusnahan 2.312 botol miras. Ribuan botol miras tersebut merupakan barang bukti hasil operasi cipta kondisi yang dilaksanakan baik internal Polres Kudus maupun secara gabungan dengan instansi terkait.

”Saya lihat jumlahnya berkurang dibanding tahun lalu. Semoga nantinya Kudus bisa benar-benar nol miras. Untuk para pedagang miras, kami himbau unuk bisa beralih untuk berjualan baraang-barang yang lebih bermanfaat,” tandas Tamzil. (daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here